<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: orang kaya&#8230;.</title>
	<link>http://grabbani.blogsome.com/2008/07/19/orang-kaya/</link>
	<description>Sekedar selingan, Sehat menyegarkan, Segar menyehatkan</description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 02:29:12 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Octa</title>
		<link>http://grabbani.blogsome.com/2008/07/19/orang-kaya/#comment-38</link>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 12:53:28 +0100</pubDate>
		<guid>http://grabbani.blogsome.com/2008/07/19/orang-kaya/#comment-38</guid>
					<description>Sebenarnya yang dilihat bukan kayanya, tapi usahanya. Yang dihargai adalah peran sertanya dalam menggerakkan perekonomian di suatu negara. Seperti contohnya Singapura, jumlah pengusahanya sebanyak 15% dari jumlah penduduknya. Ini yang membuat Singapura termasuk negara maju di wilayah asia tenggara. 

Untuk masalah sumbang menyumbang, seberapa besar persentase sumbangan kita dari kekayaan kita, tidak menjadi tolak ukur ke-bernilaian, ke-bermaknaan atau ke-berhargaannya. Kalau dilihat dari segi jumlah rupiah, yang pasti uang 5 milyar lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan dengan uang 100ribu. Yang jadi tolak ukur adalah keikhlasannya. 

Yang jadi pemikiran bersama adalah bagaimana caranya menciptakan ratusan atau ribuan pengusaha yang bisa mempunyai aset 50 trilyun yang ikhlas bersedakah sebesar 30%, 50% dari jumlah asetnya atau bahkan lebih dari itu :)

Kalau ingin membantu banyak orang, ayo kita buka lapangan kerja, bukannya menuh-menuhin lapangan kerja yang sudah ada. Dan jadilah pengusaha yang ikhlas bersedakah......

Salam,
Octa Dwinanda</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Sebenarnya yang dilihat bukan kayanya, tapi usahanya. Yang dihargai adalah peran sertanya dalam menggerakkan perekonomian di suatu negara. Seperti contohnya Singapura, jumlah pengusahanya sebanyak 15% dari jumlah penduduknya. Ini yang membuat Singapura termasuk negara maju di wilayah asia tenggara. </p>
	<p>Untuk masalah sumbang menyumbang, seberapa besar persentase sumbangan kita dari kekayaan kita, tidak menjadi tolak ukur ke-bernilaian, ke-bermaknaan atau ke-berhargaannya. Kalau dilihat dari segi jumlah rupiah, yang pasti uang 5 milyar lebih banyak memberikan manfaat dibandingkan dengan uang 100ribu. Yang jadi tolak ukur adalah keikhlasannya. </p>
	<p>Yang jadi pemikiran bersama adalah bagaimana caranya menciptakan ratusan atau ribuan pengusaha yang bisa mempunyai aset 50 trilyun yang ikhlas bersedakah sebesar 30%, 50% dari jumlah asetnya atau bahkan lebih dari itu <img src='http://grabbani.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
	<p>Kalau ingin membantu banyak orang, ayo kita buka lapangan kerja, bukannya menuh-menuhin lapangan kerja yang sudah ada. Dan jadilah pengusaha yang ikhlas bersedakah&#8230;&#8230;</p>
	<p>Salam,<br />
Octa Dwinanda
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
