orang kaya….

Beberapa malem yang lalu nonton the economic chalanges di metro tv, dipandu oleh Desi Anwar, topiknya kurang lebih tentang 150 orang terkaya di Indonesia, sumbernya majalah globe asia, nontonnya sepotong-spotong, merasa gak penting tapi kepikiran juga. Majalah globe asia memang tiap tahun biasanya di bulan juli, merilis rangking orang2 terkaya di asia, sementara forbes biasanya di bulan desember atau akhir tahun.

Penting yah mengumumkan rangking orang paling kaya???

Katanya pemeringkatan ini dapat dimanfaatkan untuk memotivasi kalangan pengusaha memicu dan memacu prestasinya lebih maksimal lagi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah buat perekonomian indonesai, gitu katanya…… Katanya lagi keberadaan orang2 kaya di suatu negara penting untuk menggerakkan ekonomi secara agregat dan memberi efek multiplier….gitu kata sesumbar temen sebelah yang fresh graduate.

Benarkah demikian?


Mereka kalangan kaya bukan di tahun ini aja kaya atau ‘dinyatakan’ kaya, tapi dah bertahun-tahun, bahkan warisan temurun, balung sugih kalo kata temen sekontrakan, tapi sejauh mana kekayaan mereka memberikan manfaat untuk kesejahteraan rakyat banyak??

Tanpa menghilangkan rasa hormat terhadap mereka yg tertib membayar pajak, sudah sewajarnya kalo aparat pajak kita juga menanggapi hasil pemeringkatan ini dengan pemeriksaan, sudahkah mereka menjadi WP patuh? Jangan hanya terdengar beritanya ketika mereka meminta insentif keringanan pajak. Seperinya koq jarang juga terdengar mereka terlibat dalam penggelapan pajak, mudah2an saja mereka pembayar pajak yang patuh.

Tanpa menutup mata juga terhadap mereka yang diantaranya terdapat para pengusaha yang telah sekian lama menjadi gantungan hidup bagi ribuan buruh yang bekerja di pabriknya. Tapi buruh pabrik..ya tetap buruh pabrik, yang kenaikan gaji nya –kita tau sendiri lah- tergantung dengan UMK yang ditetapkan Pemda, itupun kadang harus melalui demonstrasi pengerahan massa. Masa depan buruh pabrik juga dari tahun ke tahun ya itu…itu aja, tetep buruh pabrik, la gimana lagi….dah 2 kali masa kontrak selesai, berikutnya diputus,  jeda sekian lama, nganggur di rumah, kemudian dipanggil lagi, masih tetap buruh kontrak….begitu berulang-ulang saban taun. Gak ada kesempatan untuk menjadi -setidaknya- karyawan tetap, dengan gaji dan penghasilan yg tetap, juga struktur kepegawaian yg menjamin kelangsungan karir. Nasib…..nasib…..

Kita tidak pula menutup mata terhadap uluran tangan mereka –orang2 kaya- yang telah banyak membantu korban bencana, walaupun mungkin hanya bencana besar yg punya nilai berita/liputan media yg besar (mudah2an gak githu….!!) Namun begitu siapakah diantara mereka yang peduli dengan nasib saudara2 kita yang terkena bencana LUSI alias lumpur sidoarjo? Mereka, saudara2 kita yang telah lama hidup damai di kampong halamannya, kini hidup apa adanya di kemp pengungsian (kyk jaman perang….!!) adakah yang peduli?? Aburizal Bakri yang katanya orang paling kaya di negeri ini, yg katanya lagi menteri koordinator bidang kesejahteraan rakyat, yang salah satu tugas kementeriannya adalah mengkoordinir menteri2 terkait dalam rangka kesejahteraan rakyat, pernahkah dia meninjau saudara2 kita di kemp pengungsian korban LUSI?? ……….aaah sudahlah!!

Beberapa diantara orang2 kaya itu ada juga yang menyumbangkan banyak dana untuk membantu korban bencana, seperti bencana tsunami aceh-sumut maupun gempa jogja.

Alhamdulillah, uluran tangannya sangat membantu para korban. Walaupun kita tau itu hanya sebagian kecil saja dari hartanya. Ada pengusaha yang menyumbangkan 5 milyar dari 50 trilyun harta bendanya, hanya 1 permil!!!, dari total asetnya. Bandingkan dengan seorang pengamen yang menyumbangkan sebagian hasil jerih payahnya mengamen untuk korban gempa jogja. Anggap saja harta sang pengamen bernilai 4 juta rupiah, lantas ia menyumbang sebesar 100 ribu rupiah, berarti 2,5 persen dr harta yang dimiliki telah ia sumbangkan. Mana yang lebih bernilai, bermakna, berharga dari keduanya??

tulisan ini tidak untuk menjelekkan seseorang atau sekelompok orang, hanya sekedar ‘ilusi’ pemikiran. Kaya itu penting dan harus, tapi bagaimana cara untuk kaya dan bagaimana memanfaatkan kekayaan itu jauh lebih penting dari kaya itu sendiri. Kekayaan bukan terletak pada materi, tetapi bagaimana cara kita memandang materi. Banyak orang yang secara awam tergolong biasa2 saja tapi merasa bahagia dengan ‘kekayaannya’ ketika dirinya mampu memberi dan berbahagia bersama orang2 disekitarnya.

July 19, 2008 + Posted in Celoteh +


Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://grabbani.blogsome.com/2008/07/19/orang-kaya/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.