Bogor minggu pagi ……
Menikmati keindahan suatu kota, paling enak dilakukan pada pagi hari. Ketika itu kita bisa menyapa hangatnya mentari dengan diselingi kesejukan embun dan iringan kicauan burung. Kehangatannya terasa berbeda di tiap kota, satu sensasi tersendiri.
Bogor, seperti halnya beberapa kota lain, juga memiliki kegiatan keriaan di pagi hari, terutama di hari keluarga, sabtu dan minggu. Berpusat di seputaran Kebun Raya, warga Bogor mulai bergeliat semenjak subuh, turun ke jalan untuk olahraga pagi, jogging, jalan santai bersama keluarga, atau sekedar menikmati udara pagi. Kegiatan terakhir inilah rupanya yang banyak menjadi pilihan, sambil lirik sana-larak sini menikmati wajah2 orsinil penghuni kota. Wajah2 bau kasur tanpa mek-ap dengan keceriaan khas mojang dan jajaka kota Bogor.
Sejak menjadi bagian kota ini sebelas tahun yang lalu, menikmati pagi hari di hari libur sabtu-minggu, merupakan hal yang jarang terlewatkan. Didukung oleh rumah kost yang gak jauh dari pusat kota, ritual ini dimulai dengan jogging yang mengambil start dari lampu merah depan SMA 1, lari2 kecil mengelilingi Kebun Raya sepanjang Jl.Djuanda lewat pasar bogor menuju tugu kujang di Jl.Otista. Setelah mengatur napas sebentar di sekitar tugu kujang, dilanjutkan dengan jalan santai menyusuri Jl.Padjajaran dan Jl.Jalak Harupat menuju lapangan sempur. Urutan putaran mengelilingi Kebun Raya seperti ini, entah kenapa lebih banyak dipilih orang, dibandingkan arah sebaliknya.
Kini sebelas tahun sudah, segalanya telah berkembang dan berubah. Dulu begitu ringan menjalankannya, sendirian maupun berdua dengan teman. Sekarang, hampir gak pernah lagi, paling banter pake motor nongkrong di pinggir pagar Istana, menemani anak yang tengah keranjingan rusa penghuni Istana Bogor. Dulu, lari2 kecil di jogging track di Lapangan Sempur masih lumayan enak dilakukan walaupun dengan meliuk-liuk mencari celah, kini hampir susah melakukannya. Dulu, udara masih begitu nyaman dihirup dalam2, kini langsung tersedak polusi kendaraan bermotor. Dulu, paling banter cuma ada tukang bubur ayam di pojok lapangan sempur, sekarang gak tau abang bubur ayamnya kemana, berganti dengan bejibun abang2 lain yang menjajakan berbagai jajanan, dari yang lazim ditemui setelah lelah jogging sampai yg gak biasa ditemui untuk menemani orang berolah raga, macam salesman Speedy, atau SPG rokok, bahkan dealer motor.
Namun ada yang gak pernah berubah, senam pagi bersama dengan beberapa orang instruktur, masih tetap banyak peminatnya. Dulu ketika masih di Plaza Balaikota, peminatnya membludak gak kebagian tempat, sekarang setelah pindah di lapangan sempur, masih tetap bisa senggol2an, dan masih tetap gak teratur. Setidaknya kegiatan ini bisa menjadi pusat dari aktivitas berolahraga bagi keluarga tiap minggunya.
June 27, 2007 + Posted in Celoteh +
setuju banget mas, saya paling suka kalo naek kereta ke malang, pas pagi2 antara madiun s/d malang melihat geliat kehidupan kota yang baru saja dimulai
wiihh,,, uasyik…
Comment by yossy — June 29, 2007 @ 8:10 am