lebih baik sakit hati dari pada sakit gigi
Lebih baik sakit gigi, daripada sakit hati ini, biar tak mengapa…, demikian kira2 penggalan lagu yang sering kita dengar dinyanyikan oleh Meggi Z (kalo gak salah!). Mengapa banyak orang menyandingkan dua macam kesakitan itu dalam satu ungkapan. Mungkin, untuk menandakan keduanya mempunyai tingkat kesakitan yang kurang lebih setara, alias beda-beda tipis. Keduanya sama2 membuat gak enak badan dan gak enak makan.
Tapi coba kita cari tau ke mereka yang pernah merasakan kesakitan diatas. Kalo kita tanya ke orang yang lagi patah hati, jawabannya kurang lebih pasti sama dengan ungkapan diatas. Lain hal kalo kita tanya ke orang yang pas sakit gigi, dia pasti jawab sebaliknya, lebih baik sakit hati daripada sakit gigi!
Kalo kita tanya ke orang normal, pasti jawabannya gak mau dua2nya….
Belum lama ini aku ngrasain gimana rasanya sakit gigi … na’udzubillah (sebenernya ungkapan yang pas apa sih!) pokoke sakiiiiiiit bangget. Gak enak makan, gak bisa tidur, kepala berat, pusing 9 keliling, semua itu ulah sebuah gigi yang udah lama rapuh dan bolong setengah retak (ancur banget gak sih, tuh gigi!). Dibawa ke dokter gigi dan ditambal, ternyata masih juga terasa sakitnya. Pindah ke dokter gigi yang lain, tambalnya dibongkar, katanya biar bisa napas, masih juga terasa, ponstan dan amoxillin dah abis 2 strip walaupun akhirnya agak baikan.
Karena masih juga agak terasa sakitnya, mertua nyaranin dibawa ke pengobatan ala kampung, yang ternyata tetangga rumah (kenapa gak ngomong dari dulu..!!!). Metode pengobatannya memang sederhana, menggunakan biji yang sepintas mirip biji cabe. Katanya sih, biji terong jepang (gak tau bener-gak!) pokoke sejenis terong-terongan. Biji (anggap aja) cabe ditaruh diatas batangan besi yang sudah dipanaskan, timbul letupan2 kecil. Kemudian batangan besi dan biji cabe tadi, ditutup dengan batok kelapa berpipa yang dibikin sedemikian rupa menyerupai bong, teman akrab penikmat narkoba. Satu set bong tadi di letakkan dalam wadah berisi air. Karena adanya tekanan dari air tadi, menyebabkan asap keluar dari pipa bong. Asap yang keluar melalui pipa inilah yang kemudian kita masukkan kedalam mulut kita, mereka menyebutnya di-empos. Tidak dihisap, karena asap akan keluar dengan sendirinya. Jangan tanya rasanya ketika itu, puanas sekali, air liur keluar banyak. Sempat terpikir ketika itu, jangan2 sakit gigi sembuh, radang tenggorokan kambuh, karena seluruh ruangan dalam mulut terasa panas. Hasilnya, sekarang dah baikan. Kombinasi antara obat dari dokter dan pengobatan ala kampung.
Kalo dah baikan begini, rasanya niatan nyabut gigi yang terlontar waktu pas sakit dulu, jadi urung dilaksanain. Selalu seperti itu, khan dah gak sakit, ngapain dicabut! Inget dokter gigi juga kalo lagi pas sakit, kalo dah gak sakit sih sori yah, mahal sih!
Mudah2an nih gigi dan juga temen2 se-geng yang lain gak rewel lagi, tobat deh! 
May 15, 2007 + Posted in Celoteh +