Pak Aryo, Beras dan Petani
Sekian lama gak nge-blog, kangen juga. keinginan untuk ng-update akhirnya terlampiaskan sudah di sebuah warnet yang super-berisik [mungkin belum terbiasa!]
rame-rame cerita tentang beras bukan berita baru, lagu lama malah. dari mulai kelangkaan beras, kisruh import beras, bahkan sekarang beras sudah banyak yang ganti harga. tiap kali rame berita tentang beras, aku selalu teringat seorang sahabat, pak Aryo namanya, seorang driver sopir di sebuah cabang BUMN di depok. jauh sebelum aku mengenalnya, dia sudah lama berikrar tidak akan makan nasi. import beras mulanya menjadi alasan utama, selanjutnya dia prihatin dengan kesejahteraan dan nasib petani. begitulah setiap kali ditanya mengenai alasannya tidak makan nasi. semua itu dilakukannya seorang diri, tidak mengajak orang lain untuk melakukan apa yang dia lakukan. "patih gajahmada juga dulu bersumpah tidak makan2 enak, seorang diri" begitu dia mempilsapati aksinya. praktis tiap kali dinas lapangan bersamanya dia cuma makan sop daging, gado2 atau kadang hanya mi instan.
rasanya kita memang patut prihatin dengan nasib petani kita. ditengah meroketnya harga beras saat ini, ternyata kenyataan ini tidak diikuti oleh membaiknya penghasilan mereka para petani penggarapnya. tidak hanya itu kadangkala mereka harus mengelus dada karena padinya terpaksa dipanen lebih awal karena terjangan banjir, atau bahkan pasrah karena gerogotan hama, mutu juga tidak bisa terjaga baik karena pupuk tidak bisa terbeli. belum lagi alasan klasik -tuntutan ekonomi keluarga- mereka menjual dengan sistem ijon ke tengkulak.
tidak pernah habis2nya membahas masalah petani, ironis dan makin ironis karena untuk makan sehari-hari mereka harus membeli beras dengan harga yang [sudah] melambung tinggi. Banyak diantara mereka adalah petani penggarap.
susahnya menjadi orang susah, ingin makan sedikit enak aja harus ngantri beras yang telah berbulan-bulan mereka tanam dan rawat.
February 20, 2007 + Posted in lainnya +