Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Polemik Poligami

Seminggu terakhir ramai pemberitaan di media tentang Poligami (dan skandal seks anggota dewan), walapun telah lewat kehangatannya masih terasa sampai sekarang. Polemik ini bermula dari pernikahan untuk kali kedua AA Gym dengan seorang janda beranak tiga. Beragam reaksi masyarakat bermunculan, ada yang pro, banyak pula yang kontra. Yang jelas paling cemburu tentunya adalah para Ibu2 fans berat AA Gym. "… lagian ngapain sih AA Gym nikah lagi?" umumnya seperti itu umpatan mereka.

"… Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja…" [An-Nissa:3]

Ayat diatas sangat jelas, bahwa poligami tidak terlarang. Lantas kenapa banyak orang tidak simpati dengan poligami bahkan ada yang cenderung melarang poligami?

Kita harus melihat poligami dari konsep poligami yang diajarkan Islam, bukan semata melihat pada orang yang menjalani poligami. Bila ada masalah pada para pelaku poligami, tidak bisa kita katakan bahwa poligami itu membawa kerusakan. Tentu dalam pernikahan baik itu monogami maupun poligami, akan ada permasalahan2. Tetapi tidak sampai pada kesimpulan bahwa pernikahan itu tidak baik!

Yang sekarang terjadi, perempuan yang melakukan tindakan zina justru bisa make money dengan road show ke TV-TV, mempublikasikan terang-terangan perbuatan haramnya. Secara nggak langsung TV melegalisasi perbuatan zina. Ini lebih buruk impact-nya dibanding tayangan smackdown, karena bisa menjadi modus operandi. Beberapa tahun yang lalu, beberapa perempuan bisa ngetop karena goyangannya yang panas. Yang terjadi sekarang lebih dahsyat lagi, ada artis yang ngetop karena berzina dan aborsi. Edan!. Popularitas pelaku zina jadi meningkat, sedangkan ulama yang berpoligami (ini halal!) popularitasnya justru menurun. Apa benar, zaman sekarang sudah zama edan…entahlah..

Kembali, kenapa Allah memperbolehkan poligami seperti juga Allah mengizinkan perceraian walaupun membencinya . Seharusnya kita selalu berfikir Allah pasti lebih tahu dari kita mahluknya, Maha Suci engkau ya Allah. Kalau Poligami adalah solusi bagi suatu keluarga kenapa kita menghujatnya, tetapi bila poligami adalah sumber bencana sebaiknya, ya jangan dilakukan.

"… boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah Mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" [Al-Baqarah:216]

Bahwasanya kita manusia adalah mahluk yang diberi amanah maka sudah semestinya kita selalu berusaha menjaga amanah, tentunya anjuran dan larangan dalam agama tetap menjadi pegangan, tidak sekedar menjadi pembenaran yang disesuaikan dengan keinginan kita masing-masing.

Allah adalah hakim yang Maha Bijaksana. Allah telah mengharamkan kezhaliman atas dirinya dan tidak pula berlaku zhalim kepada hambanya. Maha Suci Allah, manusialah yang menzhalimi diri mereka sendiri.

Aku rela Allah sebagai robb, Islam sebagai agama, dan Muhammad sebagai nabi.

 

December 12, 2006 + Posted in Belajar ngaji +


3 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://grabbani.blogsome.com/2006/12/12/polemik-poligami/trackback/

  1. Aduh, Aa Cahyo. Bikin aku mantep aja meng-amini ustadzku, Aa Gym. Buat yang telanjur benci Aa Gym, kan masih ada Aa Jimmy.

    Comment by weeween — December 13, 2006 @ 11:09 am

  2. Tulll …. Stuju… nambahin dikit ah :Kalo suami kita sholeh kenapa tidak boleh berpoligami?! Berbagi dengan sesama muslimah dalam kebaikan, knapa tidak?! tapi buat yang mau poligami, sudah sholehkah anda???

    Comment by Dian — December 14, 2006 @ 8:49 am

  3. Hayo Mbak Dian…. Kalo suaminya tahu bisa repot lho? Khi.. hi.. hi..

    Comment by fatchur — January 30, 2007 @ 9:29 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.