Aku kena smack anakku

Sore itu selepas pulang kantor, santai sambil selonjoran nonton berita di TV, tiba2 anakku datang "bi, mek-don bi" sambil memelukku dari belakang, "mek-don apa-an dif?" aku memang gak ngerti apa maksudnya, tapi sejurus kemudian, dia sudah memiting leherku dengan tangan mungilnya dan menjatuhkan dirinya kedepanku seolah-olah hendak menggulatku dengan badan cekingnya.
 
halah….. Aku kaget setengah mati (cuma istilah lo!), anakku baru berumur 2 tahun 3 bulan!, gak pernah nonton mek-don!, lah nonton tv aja dia ngertinya cuma dora…. di keluarga juga gak pernah ngomongin mek-don… lah dari mana dia dapet "teladan baru…"
 
Wabah mek-don rupanya sekelas dengan flu burung, peredaran virus varian kekerasan ini begitu cepat menjalar ditengah kehidupan kita. Sangat berbahaya bagi anak2 yang memang senang meniru dengan gaya khas kekanakkannya, ironisnya tidak cuma tayangannya yang bebas ditonton dilayar TV, tapi mereka juga dengan bebas bin leluasa memainkan game-nya di rental2 PS, juga pernak-pernik dapat dengan mudah mereka temukan (senilai dengan uang jajan mereka!!) di penjual pinggir sekolah mereka.
 
Lantas bagaimana kita menyikapinya?
Yang paling penting, tentunya tayangan varian kekerasan sejenis ini harus ditiadakan. Jauhkan kekerasan dari benak anak kita, mulai dari diri kita (hayo…sadar diri khan?). Ajarkan sportifitas bukan kekerasan (bisa gak yah…..). Alihkan pikiran dan pembicaraan anak kita dan teman2nya dari topik2 kekerasan, buat suasana yang kondusif untuk bermain anak kita dan temannya.
 
duh gusti!, susah juga jadi orang tua, apa mereka para orang tua kita dulu juga susah mendidik kita ….

November 30, 2006 + Posted in lainnya, Renungan + Comments (2)


Gaji Pejabat Depkeu Naik

"mas, buka tempo interaktif", pagi2 seorang rekan mengagetkan menyuruh ku membuka sebuah situs berita. "gaji naik, 400 persen, mas". Agak lama loadingnya, akhirnya….

Gaji Pejabat Departemen Keuangan Naik 400 Persen

begitu judul beritanya, isinya ……

kenaikan itu tidak dilakukan seragam. Hanya direktorat-direktorat tertentu yang basah seperti Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan. “Jadi maksudnya memang untuk menekan korupsi.”

hanya direktorat2 tertentu yang basah……..

"jadi maksudnya memang untuk menekan korupsi." Kita semua tahu direktorat mana yang korupsinya harus ditekan?

bagaimana direktorat lain yang tidak basah? BERSABAR, bersyukur karena bukan termasuk direktorat yang tingkat korupsinya harus ditekan.

welehweleh mumet aku!!! 

Semoga kita termasuk kedalam golongan orang bersabar dan bersyukur. 

November 13, 2006 + Posted in lainnya + No Comments »


Bayangkan Kota Bogor bakal lumpuh!!

Rencana kunjungan Presiden Bush ke Istana Bogor pada tanggal 20 November 2006 nanti, tak pelak menuai kontroversi. Tak hanya di Bogor, aksi penolakan kehadiran Bush berlangsung di beberapa kota di Tanah air. Akibat ulahnya selama ini yang mengangkangi nilai-nilai kemanusiaan, rasanya aksi masyarakat menolak kehadirannya menjadi suatu yang wajar saja terjadi. Tidak hanya di Indonesia, bahkan seluruh dunia menolak kehadirannya, mungkin saja neraka menolak juga kehadirannya.
Terlepas dari semua itu, kini apa yang terjadi dengan kota Bogor sepuluh hari menjelang hari H?
Semua warga Kota Bogor sedang membayangkan kemacetan lalu lintas dan lumpuhnya kegiatan sosial ekonomi masyarakat. Mari kita sama2 bayangkan. Penutupan jalan sekitar istana membuat beberapa trayek angkot terpaksa memilih mengandangkan mobilnya. Walaupun disediakan jalur alternatif, seorang polisi pun tidak bisa membayangkan kemacetan yang terjadi di jalur alternatif. Disekitar Istana juga terdapat beberapa sekolah yang dipastikan terkena dampaknya dan terpaksa memilih meliburkan siswanya diantaranya, RP, SMA 1 dan SMP 1 Bogor, disamping itu juga terdapat beberapa sekolah yang terkena dampak tidak langsung seperti BM, SD Polisi, dan beberapa yang lain. Disekitar Istana juga terdapat rumah sakit, yaitu RS Salak yang akses jalan satu-satunya melewati Jl.Sudirman ditutup. Pelayanan umum lainnya yang terganggu, setidaknya secara tidak langsung adalah Kantor Samsat, Pengadilan, Jasa perbankan BUMN maupun Swasta yang berjejer sepanjang Jl.Djuanda, beberapa jasa yang dilayani oleh Kantor Pos Kebun Raya. Aktivitas masyarakat di Pasar Anyar dan Pasar Bogor juga dipastikan terganggu.
Adakah yang sanggup menilai dampak kerugian (dalam rupiah) yang ditimbulkan dari kedatangan Bush ke Bogor yang konon berbajet 6 M? 
 
Pada akhirnya kita dapat membedakan yang bagaimanakah pemimpin yang dicintai rakyatnya dan yang seperti apa pemimpin yang dibenci oleh rakyatnya. Kita pun semakin mafhum, aktivitas seperti apakah yang membuat orang banyak sengsara, merasa dizhalimi dan ditindas. Dan, ….kita semua adalah Pemimpin.

November 10, 2006 + Posted in lainnya, Celoteh + No Comments »


Mengapa Harus Teriak

Dari Milis IKS semoga menjadi inspirasi buat kita

Satu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya; "Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"

Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab, "Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."

"Tapi…" sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada di sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan. Sang guru lalu berkata; "Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara ke duanyapun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi." Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?" Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban. "Karena hati mereka begitu
dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."

Sang guru masih melanjutkan, "Ketika kamu sedang dilanda kemarahan, janganlah hatimu menciptakan jarak. Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan jarak di antara kamu"

Mungkin di saat seperti itu, tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana. Karena waktu akan membantu anda.

(dikirim oleh yanny irmella) 

+ Posted in Renungan + No Comments »


Mensyukuri Hidup

Cerita ini bermula dari seorang sahabat yang bermimpi mendapatkan hibah 1 milyar dari pemerintah. Menurutnya, ia tidak akan mimpi seindah itu andai saja gossip tentang kenaikan tunjangan benar2 terjadi, setidaknya tidak seperti sekarang yang beritanya makin lama makin tidak jelas.

Suatu pagi, ia terbangun tergesa-gesa, maklum hari ini adalah hari pembagian hibah 1 milyar dari pemerintah. Langsung ke kamar mandi didapatinya kran PDAM tidak mengalirkan air barang setetespun, di meja makan pun masih kosong, "kemana si bibi!?!" gerutunya, biasanya si bibi telah siap menghidangkan sepiring nasgor dan secangkir kopi nasgitel kesukaan siboss. Di teras depan pun tidak terlihat koran pagi langganannya. Sambil dongkol menggerutu sejadi-jadinya, berangkat juga ia ke …… "ya, ampun sepi amat sih di jalan !?!" ia terasa heran, jalan di depan rumahnya yang biasanya dijadikan tempat ngetem angkot, kali ini sepi. Sambil tidak merubah muka herannya, bertanyalah ia kepada orang yang kebetulan lewat di depan mukanya, "Bang, orang-orang pada kemana sih, sepi amat!", orang itu dengan santai menjawab, "emang abang gak tau, semua orang dapet bagian hibah 1 milyar dari pemerintah". "hahhhh"  ia terlonjak kaget, terbangunlah ia dari tidur dan bergegas ke kamar mandi, didapatinya air mengucur deras dan segar, nasgor dan kopi nasgitel kesukaan pun terasa nikmat sekali, telah terhidang di meja makan. Klakson mobil dan teriakan kenek angkot terdengar merdu di telinga. Berangkat ke kantor dengan semangat dan motivasi serta jiwa yang riang gembira.

Apakah yang membuat rutinitas itu terasa indah? tiada lain adalah kemampuan kita untuk mensyukuri hidup. Ikhlas atas semua yang kita telah kita lewati bersama dan bersabar atas semua ujian dan tantangan kita ke depan.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang diberi keteguhan oleh-Nya, amin.

November 3, 2006 + Posted in Renungan + Comments (2)