Puasa Syawwal
October 31, 2006 + Posted in Belajar ngaji + No Comments »
October 31, 2006 + Posted in Belajar ngaji + No Comments »

Pohon apa yang banyaknya di hari lebaran, Pohon maaf lahir dan batin (he.. 8x
)
Hari ini, hari pertama masuk kantor, dari pagi tadi hingga siang gini diisi dengan salam-salaman bermaaf-maafan saling memberi maaf dengan diselingi cuap-cuap silaturahim dan tidak lupa juga mencicipi kue lebaran. Aku langsung disibukkan dengan boyongan blog yang ada di blogspot.com yang belum lama ini dirusak orang ke tempatnya yang sekarang di blogsome.com (terima kasih mas Fatchur, atas sarannya)
Bermacam cara dilakukan orang untuk dapat bersilaturahim dan saling memaafkan dihari yang fithri, salah satu caranya dengan memanfaatkan teknologi selular yakni SMS. Hari raya kali ini aku mendapat banyak pesan SMS dari beberapa teman yang karena berbagai alasan tidak punya kesempatan bertemu, ada Suthe dari Makasar yang saban tahun kirim pesan via SMS, Dedi Damhudi yang baru 2 bulan di Surabaya (mudik ke Ciledug gak Ded), Anam di Surabaya (terima kasih telah maafin aku, Cak), Tutut di Yogya, Pak Bowo di Solo, Pak Sulis di Semarang, Sulis YDS di Purwokerto, Ade Setiana di Cirebon (gimana belah durennya
), temen2 di Ciledug (Fitri, Ai, Pur), Ucok di Medan, Dedi di Batam, dan banyak lagi (sori kalo ada yang gak kesebut) terima kasih semua.
Mohon Maaf lahir dan batin
October 30, 2006 + Posted in lainnya + Comments (2)
Hukum zakat fithri adalah wajib bagi setiap muslim, Imam Ibnul Mundzir,Rah. mengutip adanya Ijma’ ulama tentang kewajiban zakat fithri ini "Telah bersepakat semua ahli ilmu yang kami menghafal darinya bahwa shodaqoh fithri wajib."
+ Posted in Belajar ngaji + No Comments »
Posting ini diboyong dari ***.blogspot.com
Bulan Ramadhan gak nulis artikel tentang ramadhan rasanya gimannna githu!
terlambat gak sih kalo nulisnya baru sekarang? rasanya masih ada maaf kalo terlambat, masih puasa khan?! Sebenarnya bukan tidak ada keinginan untuk menulis tentang ramadhan, cuma begitu banyak artikel tentang ramadhan dalam bahasan yang hampir mirip, dari yang ringan2 sampai yang telaah mendalam tentang ramadhan. Banyak sisi menarik tentang ramadhan, terutama kewajiban puasa/shoum/saum (apalah namanya…) yang merupakan salah satu rukun islam, yang berarti kalau kita ingin disebut beriman islam, kita harus berpuasa. Kenapa kita diwajibkan berpuasa? Puasa, salah satu ibadah yang tergolong unik, tidak hanya dikenal dalam islam saja, tetapi juga dikenal oleh kalangan non islam bahkan sebelum islam, tentunya dengan berbagai ragam cara dan aturannya masing-masing.
Dalam Shahih Bukhari disebutkan bahwa puasa adalah perisai bagi pelakunya.
Maksud dari perisai dalam hadist diatas diumpamakan seperti seseorang yang melindungi diri dengan perisai. Puasa dalam pengertian umum adalah menahan diri untuk tidak makan dan minum, ini tidak lain adalah upaya diri kita -dengan penuh kesadaran- mengendalikan pikiran dan hati kita dari kecenderungan buruk nafsu duniawi. Bukan menjadi rahasia orang islam saja bahwa puasa dapat menghindarkan orang2 yang melakukannya dari perbuatan2 tercela. Begitulah mungkin kiranya kakek2 kita dulu melakukan ritual tapa, meditasi, atau apalah namanya, dalam rangka menahan diri dari kecenderungan nafsu dunia. Dalam islam pun, agar terhindar dari nafsu syahwat, seorang pemuda dianjurkan untuk berpuasa, begitu pula ketika kita sedang berpuasa sedangkan nafsu amarah menguasai diri, hendaklah kita mengatakan "saya sedang berpuasa" Dari fakta manusiawi diatas kiranya alasan kenapa kita diwajibkan berpuasa, tidak hanya di bulan ramadhan yang mulia ini tentunya.
Dan fakta manusiawi diatas pulalah yang menjawab kenapa redaksi perintah puasa dalam Qur’an adalah "diwajibkan atas kamu ….." bukan "Alloh mewajibkan atas kamu …..", kiranya kita sebagai insan manusia yang berlimpah nafsu dunia harus mewajibkan diri kita sendiri untuk dapat mengendalikan diri dari kecenderungan buruk nafsu duniawi.
Mudah-mudahan puasa kita kali ini dapat menjadikan perisai dan benteng yang kokoh dari kecenderungan kita terhadap nafsu dunia, semua berpulang pada niat dan kesungguhan kita dalam menjalankan ibadah puasa.
+ Posted in Belajar ngaji + No Comments »
Setelah beberapa waktu yang lalu kita mengetahui ada beberapa manfaat pete’ (petai) si bau yang ternyata berkhasiat besar itu, yang walaupun belum dapat dikonfirmasi mengenai kebenarannya, sudah cukup membuat bungah para penggemar pete’ termasuk saya. Tapi bagi mereka yang emang udah dari sono-nya tidak suka pete’ menanggapinya dengan nada sinis. Ada masalah apa sih dengan pete’? hampir semuanya mengeluhkan "baunya itu loh," sebenarnya kita tidak perlu kawatir dengan aroma pete’ yang menyengat naudzubillah kalau kita tahu cara mengatasinya. Kalau yang ini patut anda coba, setelah kita makan pete’ (gak perduli satu biji atau 3-4 papan) minumannya (bukan teh botol sosro, loh!!) segelas teh kental tawar hangat, cukup! Perlu bukti? cobain deh, selamat menikmati.
+ Posted in Celoteh + No Comments »
"semoga kita termasuk orang-orang yang diselamatkan. amin!"
+ Posted in Renungan + No Comments »